Pembuatan produk minuman serbuk semakin berkembang dan memerhatikan kesehatan pengonsumsi maupun lingkungan. Perkembangan ini membuat berbagai jenis minuman mulai bermunculan, seperti jenis serbuk yang organik dan non-organik.
Mungkin masih banyak yang belum memahami mengenai apa itu minuman non organik dan organik, sebab lebih dikenal minuman serbuk atau powder drink saja. Jika ingin membuka usaha kedai minuman maupun sebagai konsumen perlu mengetahui hal ini.
Powder drink organik dan non-organik tidak sama, keduanya berbeda dari bahan baku, metode produksi, kandungan nutrisi, dan lain sebagainya. Kali ini, kami akan membahas beberapa perbedaan kedua jenis powder drink ini.
6 Perbedaan Pembuatan Produk Minuman Serbuk Organik dan Non Organik
Powder drink terbagi atas dua jenis, organik yaitu yang terbuat dari bahan-bahan alami. Bahan baku berasal dari hasil alam yang ditanam tanpa menggunakan zat kimia sintetis, pestisida, dan pupuk buatan.
Sedangkan non-organik yaitu jenis minuman dari bahan-bahan bukan dari sumber organik dan bisa saja mengandung zat kimia sintetis.
Biasanya pada produk akhir yang sampai ke konsumen, terdapat keterangan apakan produk alami atau tidak alami pada kemasannya. Selain dari pengertiannya, perbedaan kedua jenis powder drink ini terdapat pada:
- Bahan Baku Pembuatan
Dalam pembuatan produk minuman serbuk bahan bakunya berasal dari bahan alami dengan proses tanam dan perkembangannya tidak memakai zat kimia sintetis. Jadi, benar-benar alami mulai dari penanaman, pertumbuhan, hingga panen.
Sedangkan non-organik menggunakan bahan utama yang belum tentu benar-benar alami. Karena bisa saja selama penanaman, pertumbuhan, hingga panen bahan pembuat menggunakan zat kimia buatan.
Atau saat proses produksi menggunakan zat kimia untuk menghasilkan produk. Intinya pada pembuatan produk minuman serbuk non-organik bisa saja menggunakan bahan baku berzat kimia di dalamnya.
Jadi, dari segi bahan baku keduanya memiliki kandungan yang berbeda. Satu benar-benar alami, satu lagi tidak sepenuhnya alami. Jadi, kandungan di dalam keduanya benar-benar berbeda meskipun menghasilkan jenis minuman yang sama.
- Metode Produksi
Perbedaan selanjutnya dari minuman non organik dan organik adalah dari segi pembuatan produk minuman serbuk tersebut. Metode produksi yang dimaksud di sini adalah proses dari pembuatan bahan bakunya hingga menghasilkan produk.
Jadi, metode saat menanam dan menumbuhkan bahan alami untuk powder drink organik tidak melibatkan zat kimia sintetis sama sekali. Misalnya penggunaan pupuk dipakai pupuk alami.
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa hasil bahan bakunya benar-benar ramah lingkungan dan terjamin kesehatannya. Tidak mengandung zat berbahaya serta aman dikonsumsi.
Oleh sebab itu, minuman organik biasanya lebih sulit diolah karena bahan bakunya memerlukan perlakuan khusus. Sedangkan non-organik cenderung melibatkan penggunakan zat kimia pada metode produksinya.
Hal ini dilakukan agar proses penyipam bahan baku hingga produksi jadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, dapat menjaga kestabilan produk sehingga menghasilkan rasa cenderung sama juga jumlah produksi terprediksi dengan baik.
Karena perbedaan metode inilah yang membuat produk non-organik lebih mudah ditemukan di pasaran. Sebab jumlah produksinya dapat dikendalikan dengan pengendalian ketersediaan bahan baku.
- Kandungan Pestisida
Karena pembuatan produk minuman serbuk organik dan non-organik berbeda maka hasilnya juga tidak akan sama. Sebagai contoh dalam pertanian organik mengutamakan penggunaan pestisida alami.
Jadi, pengelolaan hamanya lebih ramah lingkungan, tidak meninggalkan residu yang mungkin akan berbahaya bagi lingkungan atau manusia.
Untuk pengolahan bahan pada minuman non-organik penggunaan pestisida biasanya dilibatkan. Misalnya untuk membasmi hama membutuhkan obat-obatan semprot berzat kimia.
Oleh sebab itu, pembuatan produk minuman serbuk akan ada perbedaan cukup mencolok. Sebab penggunaan pestisida akan memengaruhi hasil pertanian dari bahan baku pembuatan powder drink.
Karena ada dan tidaknya kandungan pestisida ini, membuat jenis organik dipercaya lebih aman untuk dikonsumsi. Jadi, tidak membahayakan kesehatan konsumen atau mengurangi risiko terhadap kesehatan konsumen.
- Kandungan Nutrisi
Pembuatan produk minuman serbuk organik dan non-organik memiliki perbedaan dari bahan serta proses pembuatan. Hal ini membuat kandungan nutrisi di kedua jenis powder drink yang dihasilkan dari produksi juga akan berbeda.
Kandungan dalam produk organik lebih banyak dan tinggi, sebab proses pertumbuhan bahan baku serta pengolahan terhindar dari zat kimia. Jadi, nutrisi alaminya tetap terjaga, apalagi proses pengolahannya juga sangat diperhatikan.
Sedangkan pada jenis non-organik memang memiliki kandungan nutrisi lebih rendah, sebab adanya penurunan kandungan nutrisi dari penggunaan bahan baku, metode pengolahan, hingga produksi.
Apalagi pada pembuatan produk minuman serbuk non-organik juga mengutamakan efisiensi, kecepatan, dan hasil yang banyak. Jadi, kandungan nutrisinya tidak benar-benar dijaga dengan baik.
Menurut penelitian, kandungan anti oksidan dalam produk minuman dari bahan organik, bisa lebih tinggi hingga 18-69 persen dibandingkan non-organik. Jadi, perbedaannya akan dipengaruhi oleh berapa banyak zat kimia yang digunakan pada proses pertumbuhan hingga produksi.
Akan tetapi, bukan berarti produk non-organik tidak sehat. Sebab kandungan zat kimia yang tidak terlalu banyak tidak akan mengurangi banyak nutrisi dari produk olahan non-organik tersebut.
- Dampak Lingkungan
Perbedaan berikutnya antara minuman organik dengan non-organik adalah dari segi dampak keduanya terhadap lingkungan. Seperti diketahui umum bahwa zat kimia memang akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Namun, besar kecilnya akan tergantung dari seberapa banyak penggunaannya. Makin tinggi persentase penggunaan zat kimia, maka potensi dampak negatif terhadap lingkungan juga semakin tinggi.
Sedangkan produk organik tidak demikian, dampak negatifnya terhadap lingkungan sangat kecil bahkan hampir tidak ada. Karena penggunaan bahan-bahan alami semenjak awal sehingga tidak akan meninggalkan residu yang berbahaya bagi alam.
Oleh sebab itu, banyak yang mengatakan bahwa pembuatan produk minuman serbuk organik lebih ramah lingkungan. Hal ini tidak salah, tapi dampak dari pembuatan produk drink powder non-organik juga tidak selamanya berdampak buruk.
Sebab dampak buruknya dapat dikurangi dengan memastikan penggunaan zat kimia seminim mungkin.
- Harga
Perbedaan terakhir dari kedua cara pembuatan produk minuman serbuk yang menghasilkan produk organik dan non-organik, yaitu dari segi harga. Karena bahan baku dan proses pembuatannya berbeda, maka akan memengaruhi harga.
Produk organik memiliki harga lebih tinggi dibandingkan non-organik. Bahkan harganya dapat mencapai 2 hingga 10 kali. Hal ini karena proses pembuatannya lebih sulit dan memakan waktu.
Sedangkan pembuatan non-organik bisa dilakukan lebih cepat dengan proses cenderung lebih mudah. Dilihat dari perawatan bahan baku dari mulai penanaman saja, yang alami membutuhkan perawatan khusus dengan hasil tidak terprediksi.
Jadi, bahan bakunya bisa banyak atau sedikit saat panen. Sedangkan pada non-organik hal ini sudah terprediksi dan terukur, proses pembuatan lebih cepat dengan jumlah bahan baku sesuai prediksi.
Harga berbeda sangat wajar karena disebabkan oleh beberapa kondisi tersebut. Apalagi hasil produksi dengan bahan organik juga tidak bisa terprediksi dengan tepat, tergantung hasil panen bahan baku powder drink-nya, jadi akan memengaruhi harga.
Dilihat dari penjabaran perbedaan dari kedua jenis drink powder tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa keduanya berbeda dalam bahan baku, metode produksi, kondisi nutrisi di dalamnya, penggunaan pestisida dan dampak lingkungan, serta segi harga.
Bubuk organik memang menawarkan keuntungan dari segi nutrisi, tapi harga lebih mahal dan metode produksinya lebih sulit. Sedangkan pembuatan produk minuman serbuk non-organik kurang dalam hal nutrisi, tapi harga lebih murah dan ketersediaan di pasar berlimpah.
Leave A Comment